PEMANFAATAN LEKTIN UNTUK MEMAHAMI PROSES BIOLOGI SECARA MOLEKULER

Lektin merupakan kelompok protein yang secara spesifik dapat berikatan dengan bagian karbohidrat tertentu dari molekul glikolipid atau glikoprotein. Mayoritas lektin adalah protein non enzim sehingga tidak mempunyai fungsi katalitik, tetapi ada beberapa lektin yang berlaku sebagai protein enzim dengan peranan katalitiknya. Lektin terdapat pada berbagai macam bagian tumbuhan, terutama biji, namun juga dapat dijumpai pada berbagai hewan, terutama invertebrata. Sehingga lektin di alam dapat digolongkan dalam beberapa kelompok
Lektin berikatan secara spesifik dengan gugus karbohidrat tertentu, contoh lektin biji Parkia javanica mengikat gugus methyl-alfa-D-mannosamine dan mannosa, lektin dari biji kedelai mengikat alfa-galaktosa dan N-asetil-D-galaktosamin, lektin biji Concanavalin sp (Con A) mengikat alfa-D-glukosa dan alfa-D-mannosa, lektin biji Phaseolus mungo dan buah Sambucus nigra mengikat gugus galaktosa dan N-acetylgalaktosamine, lektin dari biji Canavalia obstusifolia mengikat D-melezitose dan D-mannosa, lektin gandum (wheat germ lectin) mengikat N-acetylglukosamin, lektin biji teratai (lotus seed lectin) mengikat fucosa, lektin dari biji Solanum dulcamara mengikat galaktosa,lektin jamur Saccharomyces cereviseae mengikat mannosa.

Sifat lektin
1. Sintesis antibodi bersifat inducible, sintesis lektin tidak (house keeping gene?).
2. Antibodies ditujukan pada determinant spesifik (interaksi epitope-paratope), lektins hanya pada molekul sakarida spesifik
3. Molekul antibodi dibentuk untuk imunitas, dan semua molekul antibodi mempunyai kekerabatan secara evolusi. Lektin merupakan kelompok-kelompok protein yang sangat berbeda.

Sejarah lektin
Mulanya diekstrak dari castor bean oleh Stillmark (1888) dan digunakan untuk aglutinasi eritrosit, makanya dikenal sebagai phytohaemagglutines Lektin juga diketemukan pada organ beberapa hewan invertebrata, namun tidak semua dapat menggumpalkan eritrosit.
W.C.BOYD & E. SLAPEIGH menggunakan istilah Lektin (1954) (dari bahasa latin. legere = to choose, …memilih sel yang diaglutinasi).

Lektin mempunyai 2 tempat pengikat sakarida yang digunakan untuk proses aglutinasi dan presipitasi. Lektin biasanya tersusun atas lebih dari 2 sub-unit protein yang identik

Klasifikasi lektin
Menurut Jun Hirabayashi, Faculty of Pharmaceutical Sciences, Tokyo University, Lektin dapan dikelompokan sebagai berikut :

a. Galektins : lektin dari hewan biasanya spesifik terhadap galaktosa.
b. Ca-dependent (C-type) : lektin dari hewan yang bervariasi pada struktur dan fungsinya.
c. Selektins (C-type lektin family), kelompok lektin yang berfungsi dalam adhesi leukosit terhadap sel endotelial melalui sialyl-Lewis X recognition.
d. Collektins, (C-type lektin family ) mempunyai spesifisitas terhadap mannosa. Lektin tipe ini diduda berperanan dalam immunitas bawaan.
e. Lektin invertebrata, mungkin berperanan dalan perlindungan tubuh. Contoh lektin dari echinodermata mempunyai aktivitas hemolitik.
f. Annexins, lektin yang mempunyai afinitas terhadap lipid, juga pada glycosaminoglycans.
g. Lektin dari Leguminoaceae.
h. Ricin dari biji jarak Ricinus communis.

Fungsi lektin
1. Sebagai molekul penanda pada sel (cell-cell-recognition)
2. Interaksi serbuk sari-kepala putik (pollen-stigma interactions)
3. Hubungan interaksi simbiosis (recognition of symbiotic partners), contoh interaksi antara Rhizobium dengan tumbuhan inang leguminoseae spesifik.
4. Mekanisme pertahanan tumbuhan.
5. Agen mitogenesis –> memicu terjadi mitosis pada sel.

Lektin juga terdapat pada makanan kita
- bijian (padi,oat,rye,barley, millet, jagung)
- kacang-kacangan/leguminoceae
- dairy and dairy product
- buah dalam kelompok nighshade (terung-terungan, kentang, tomato, cabai)

Lektin bersifat anti-nutrisi
- Lektin tidak mudah hancur oleh asam lambung dan enzim pencernaan
- Lektin mengganggu pencernaan makanan, karena lektin dapat terikat pada lapisan glycocalyx pada microvilli dari interstinum. Sehingga lektin dapat menghambat penyerapan.
- Untuk menon-aktifkan lektin pada makanan maka perlu : merendam, memanaskan, atau memfermentasikan bahan makanan yang mengandung lektin.

Aplikasi lektin
1. Bidang biologi molekuler, misal untuk mempelajari komunikasi antar sel
2. Bidang kimia terapan, misal untuk pemurnian protein secara kromatografi dimana pada fase stasioner dikonjugasikan dengan lektin, sehingga protein spesifik terhadap lektin terkonjugasi tersebut akan terikat, sementara protein lain akan terelusikan.
3. Bidang medis, misal untuk membedakan sel normal dengan sel patologis (sel kanker), drug delivery system.
4. Kontraseptik untuk program keluarga berencana (herbal spermaticide).

About hery haryanto, dept of biology university of bengkulu

Lecturer at Biology Department, Faculty of Science University of Bengkulu, Indonesia Email : h2aryanto@yahoo.com
This entry was posted in Biokimia. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s