Ingin menjadi ilmuwan sejati?

Bagi para mahasiswa yang bercita-cita menjadi seorang ilmuwan sejati yang berdedikasi untuk mengembangakan sains dan teknologi, silahkan  unduh dan baca buku “On Being a Scientist: A Guide to Responsible Conduct in Research, 3rd  Edition Committee on Science, Engineering, and Public Policy, National Academy of Sciences, National Academy of Engineering, and Institute of Medicine
ISBN: 0-309-11971-5, 82 pages,
2009. Buku ini dapat diunduh secara gratis di www.nap.edu.

On being a Scientist merupakan buku petunjuk  bagi ilmuwan untuk berperilaku bertanggung jawab dalam penelitian, menyajikan gambaran tentang standar profesional ilmu pengetahuan dan menjelaskan mengapa kepatuhan terhadap standar profesional  sangat penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan.
Buku ini sangat disarankan  untuk dibaca oleh para mahasiswa, doktor, dan bahkan peneliti awal/junior dalam lingkup akademis, panduan ini berguna bagi para ilmuwan di semua tahapan dalam pendidikan dan karir mereka, termasuk mereka yang bekerja untuk industri dan pemerintah. Dengan demikian, istilah “ilmuwan /Scientist” dalam judul buku ini mempunyai sangat luas dan mencakup semua peneliti yang terlibat dalam mengejar pengetahuan baru melalui penelitian yang menerapkan metode ilmiah. Ilmuwan  adalah anggota komunitas yang dicirikan oleh rasa ingin tahu (curiosity), kerjasama lintas bidang ilmu, dan kemampuan intelektualitas yang tinggi.

CIRI-CIRI ILMUWAN

Sains  mendasarkan pada nilai-nilai etika yang sama yang berlaku dalam kehidupan sehari-hari, demikian juga seorang ilmuwan harus memilki ciri-ciri, antara lain :   jujur, adil, objektif, keterbukaan,  percayaan, dan memiliki rasa hormat  terhadap orang lain.

“Scientific Enterprise” dibangun di atas pondasi kepercayaan. Masyarakat percaya bahwa hasil penelitian ilmiah adalah refleksi jujur dan akurat dari kerja peneliti. Para peneliti  juga percaya bahwa rekan mereka telah mengumpulkan data dengan hati-hati, telah menggunakan teknik  analitik dan statistik yang sesuai, melaporkan hasil secar akurat, dan memperlakukan karya peneliti lain dengan hormat. Ketika kepercayaan  disalah-gunakan dan standar profesional  ilmu dilanggar oleh seorang peneliti, maka peneliti tersebut  akan terhina dan akan tersingkir dari masyarakat  ilmiah, bahkan peneliti tersebut  merusak dasar profesionalisme.  Sehingga dampak dari pelanggaran tersebut akan mempengaruhi hubungan antara sains dan masyarakat. Misal pada beberapa kasus penjiplakan karya tulis/skripsi/thesis/disertasi yang cukup marak  perguruan tinggi di Indonesia (http://edukasi.kompas.com/read/2010/10/01/09365192).

Kepuasan yang tinggi  untuk memahami  ilmu pengetahuan  adalah salah satu kekuatan yang membuat para  peneliti betah berlama-lama bekerja  di  laboratorium mereka, bagaikan seorang pendaki gunung berjalan melalui semak belukar di bawah  terik matahari, dan gelapnya malam dengan berbagai rintangan, maka seorang peneliti harus berpikir dan bekerja keras untuk mengungkapkan permasalahan  teoritis yang sulit, mengamati atau menjelaskan sesuatu yang  belum  pernah diamati atau dijelaskan sebelumnya adalah kemenangan pribadi yang layak mendapatkan pengakuan. Ini juga merupakan prestasi kolektif, untuk belajar sesuatu yang baru baik penemu menarik dan memberikan kontribusi untuk kemajuan  pengetahuan bersama oleh semua peneliti.

Para ilmuwan merasa puas apabila  mereka dapat menjawab beberapa pertanyaan yang paling mendasar yang sangat diperlukan oleh kehidupan manusia. Puas apabila karya mereka dapat berdampak langsung terhadap kehidupan manusia  di permukaan bumi ini.

Namun, menggapai dan menguasai ilmu tidaklah mudah. Kadang-kadang pengetahuan baru  sulit dipahami dan sulit diungkap. Peneliti sering tunduk pada tekanan pribadi dan profesional yang besar. Mereka harus membuat keputusan sulit tentang bagaimana merancang penyelidikan, bagaimana mempresentasikan hasil mereka, dan bagaimana berinteraksi dengan rekan-rekan. Kegagalan untuk membuat keputusan yang tepat bisa membuang-buang waktu dan sumber daya, memperlambat kemajuan pengetahuan, dan bahkan merusak kepercayaan profesional dan pribadi.

STANDAR PROFESINAL ILMUWAN

Selama berabad-abad, para peneliti telah mengembangkan standar profesional yang dirancang untuk meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan untuk menghindari atau meminimalkan kesulitan penelitian. Meskipun standar ini jarang disajikan dalam kode formal, para ilmuwan menerima secara luas cara-cara melakukan penelitian dan berinteraksi dengan orang lain. Para peneliti berharap bahwa rekan-rekan mereka akan taat dan akan mempromosikan standar tersebut. Mereka yang melanggar standar akan kehilangan rasa hormat dari rekan-rekan mereka dan bahkan dapat merusak karier mereka.

KEWAJIBAN ILMUWAN
Kewajiban peneliti memiliki tiga  kewajiban yang memotivasi kepatuhan mereka pada standar profesional.
Pertama, para peneliti memiliki kewajiban untuk saling menghormati kepercayaan. Sains adalah perusahaan kumulatif dimana penelitian baru dibangun pada hasil penelitian sebelumnya. Jika hasil penelitian sebelumnya tidak akurat, peneliti lain akan menyia-nyiakan waktu dan sumber daya mencoba untuk mereplikasi atau memperluas hasil tersebut. Tindakan yang tidak bertanggung jawab dapat menghambat seluruh bidang penelitian atau menuju arah yang salah.

Kedua, peneliti memiliki kewajiban untuk diri mereka sendiri. Apabila seorang peneliti melakukan tindakan yang tidak bertanggung jawab dalam penelitian, maka tindakan pelanggaran ini dapat menggagalkan sampai di tempat tujuan, apakah tujuan yang mendapatkan gelar, memperbarui hibah, mencapai masa jabatan, atau mempertahankan reputasi sebagai seorang peneliti yang produktif dan jujur. Oleh karena itu seorang peneliti harus mengikuti standar profesional untuk membangun integritas pribadi dalam karier penelitian.

Ketiga, peneliti memiliki kewajiban untuk melayani  publik. Sebagai contoh beberapa hasil ilmiah secara langsung mempengaruhi kesehatan dan kesejahteraan individu, seperti dalam kasus uji klinis atau studi toksikologi. Science juga digunakan oleh para pembuat kebijakan dan para pemilih untuk membuat keputusan tentang isu-isu mendesak seperti perubahan iklim, penelitian sel induk, dan mitigasi bencana alam.

On being a Scientist merupakan buku yang wajib dibaca bagi para mahasiswa yang ingin bercita-cita menjadi ilmuwan sejati.

About hery haryanto, dept of biology university of bengkulu

Lecturer at Biology Department, Faculty of Science University of Bengkulu, Indonesia Email : h2aryanto@yahoo.com
This entry was posted in Home and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s