Intoleran terhadap laktosa (gula susu)

Mungkinkah kamu merasakan perut mual setelah minum susu? Atau lebih parah lagi sampai diare? Hal ini penulis pernah mengalami sendiri. Pada waktu penulis studi di Wollongong, Australia dan tinggal di asrama International House. Selama di asrama, menu makanan banyak dibuat dari dairy product (hasil olahan susu), dan penulis menderita ketidak-cocokan menu, karena terjadi perubahan komposisi makanan (dasar wong ndeso!) Ternyata gejala ini ada hubungannya dengan metabolisme laktosa.

Di dunia ada sekitar 75% populasi manusia mengalami intoleransi laktosa, terutama pada orang dewasa. Hal ini terkait dengan hilangnya atau berkurangnya enzim laktase yang diproduksi oleh bagian “brush border intestinum”. Pada waktu balita yang mengkonsumsi ASI enzim laktase masih diproduksi, bersama dengan bertambah umur dan konsumsi laktosa semakin berkurang, atau bahkan berhenti sama sekali menyebabkan hilang enzim laktase. Secara implisit, gen laktase ini mungkin merupakan tergolong sebagai “inducible gene”, ekspresi gen dimatikan (swicth off) karena semakin bertambah usia konsumsi laktosa berkurang atau berhenti, dan ekspresi gen laktasi dihentikan, sehingga menimbulkan gejala intoleran terhadap laktosa.

 

Enzim laktase adalah enzim yang terikat pada  membran  sel di daerah microvilli sel epithelium intestinum. Fungsi enzim laktase adalah untuk menghidrolisis laktosa menjadi monosakarida glukosa dan galaktosa, yang kemudian diangkut melintasi lapisan usus kecil.

Orang dewasa yang menderita intoleran laktosa, biasanya pada masa anak-anak adalah toleran. Gejala intoleransi laktosa orang dewasa sebagai akibat dari defisiensi laktase pada saat dewasa bersifat menurun, dan diwariskan oleh gen yang bersifat resesif. Gen laktase dalam individu intoleran dan toleran laktosa tampaknya normal. Sehingga beberapa peneliti berpendapat bahwa masalah intoleransi laktosa diakibatkan proses pasca-transkripsi, dan peneliti lain sebagai akibat  proses pasca-translasi.

 

Pada masa balita, anak-anak  memiliki aktivitas laktase berlimpah, tetapi setelah dewasa aktivitas laktase kurang signifikan dalam membran dari mikrovili usus, dan menyebabkan seseorang menjadi intoleran laktosa

Ada metode untuk menentukan seseorang apakah intoleran laktosa atau tidak. Orang diuji diminta untuk menelan 50 g laktosa,apabila orang tersebut intoleran laktosa akan diikuti keadaan ketidaknyamanan perut dan terjadi peningkatan glukosa darah kurang dari 20 mg/dL. Pada orang yang intoleran laktosa individu, laktosa tidak tidak dicerna tetapi difermentasi oleh bakteri usus besar yang menghasilkan asam laktat dan asam organik rantai pendek, metana, karbon dioksida dan gas hidrogen (H2). H2 diserap oleh lapisan usus, menuju ke  sistem peredaran darah dan dikeluarkan melalui paru-paru. Sehingga terjadi peningkatan H2 yang keluar, dan dapat dideteksi. Sehingga intolenran laktosa dapat menguji peningkatan hidrogen yang dihembuskan.  Pengujian intoleran laktosa bayi atau anak penting, untuk menghindari penderita mengalami dehidrasi parah sebagai menderita diare.

Apa harus dilakukan jika hasil uji menunjukkan intoleran laktosa?

Cara yang tepat adalah menghindari laktosa, dan mengganti dengan Susu yang terbuat dari kedelai yang tidak mengandung laktosa. Tapi masalahnya, susu adalah jenis asupan yang bernutrisi tinggi, salah satunya mengandung kalsium untuk pembentukan tulang dan pemeliharaan pertulangan. Bila tidak mengkonsumsi susu, maka kalsium, dapat diganti dari sayuran brokoli dan sayuran hujau yang lain.

Atau misalnya harus mengkonsumsi susu, penderita intoleran laktosa harus mengunyah tablet enzim laktase, sehingga laktosa dapat dihidrolisis menjadi glukosa dan galaktosa untuk kebutuhan energi, dan kebutuhan akan kalsium juga terpenuhi.

About hery haryanto, dept of biology university of bengkulu

Lecturer at Biology Department, Faculty of Science University of Bengkulu, Indonesia Email : h2aryanto@yahoo.com
This entry was posted in Biokimia and tagged . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s